Seorang istri telah dianugerahi untuk menyandang
gelar sebagai seorang ibu, takala ia hamil, maka iapun harus menyiapkan mental agar mampu menjadi seorang ibu
yg baik, dan mampu merawat serta menjaga anak-anaknya sebagai
amanah dari Allah SWT.
Menjaga anak-anak sebagai amanah dari Allah tidak dilakukan setelah
ibu melahirkan, tapi ketika si ibu dalam proses pembuahan, sudah dimulai
proses pendidikan yaitu dengan cara berdo’a terlebih dahulu sebelum
melakukan hubungan suami istri. Sehingga setelah dinyatakan hamil,
proses pendidikan dalam kandungan untuk janin yg ada di dalam rahim akan
segera dimulai, para calon ibu perlulah
mempelajari hal-hal yg dianjurkan bagi ibu hamil untuk melakukan proses
pendidikan dalam kandungan, bila proses pendidikan dilakukan ketika bayi
telah lahir atau ketika ia sudah mulai berbicara, bahkan ketika ia
hendaka memasuki masa sekolah, maka dikatakan bahwa proses pendidikan
ada telah terlewat dalam waktu yang bisa dikatakan tidak sebentar.
Menurut penelitian ilmiah terbaru, anak-anak dapat dididik sejak
masih dalam kandungan, karena selama dalam kandungan, otak dan indera
pendengaran anak sudah mulai berkembang, mereka dapat merasakan apa
yang terjadi di luar kehidupan mereka, sementara yang mempengaruhi otak
dan indera pendengaran bayi di dalam kandungan antara lain emosi dan
kejiwaan ibu, rangsangan suara yang terjadi di sekitar ibu, juga nutrisi
yang ibu konsumsi, harus terjaga agar selama hamil, tidak stress,
karena stress dapat berpengaruh terhadap bayi yang sedang dikandung. Ibu
hamil yang stress dapat melahirkan bayi yang bermasalah, juga asupan
gizi yang tidak sehat akan dapat mempengaruhi otak janin, hal tersebut
dapat terlihat setelah dilahirkan, atau ketika ia tumbuh besar.
Setiap ibu dipastikan menginginkan bayinya lahir dengan selamat,
tumbuh dengan sehat dan cerdas, maka untuk mendapatkan hal itu, seorang
ibu bisa memulainya dengan mendidik bayi dalam kandungan.
Pada dasarnya pendidikan dalam kandungan berarti mendidik ibu yang
sedang mengandung bayinya yang secara garis lurus akan tertuju pada bayi
yang sedang di kandung. Berikut ini beberapa point pendidikan dalam
kandungan yang dapat dijalani semua ibu yang sedang mengandung maupun
yang belum. diantaranya:
1. Berpikir positif dan berperang melawan emosi diri sendiri,
berusaha menjaga keharmonisan dengan pasangan dan berusaha menghindari
konflik dengan pasangan, dengan demikian Insya Allah akan melahirkan
bayi-bayi yang kuat. Sebaliknya bila ibu berpikir negatif dan tidak
berusaha menghindari konflik, maka akan lahir bayi-bayi yang lemah dan
akan berpengaruh pada emosi kejiwaan mereka.
2. Stimulasi kandungan dengan elusan dan tepukan halus, bisa dilakukan ketika si janin mulai menendang perut ibu, balaslah dengan tepukan halus dimana ia menendang. hal ini akan mengajarkan kepadanya bahwa setiap tindakannya akan mendapat respon dari ibunya.
3. Selalu mengajak bayi ibu berbicara, semakin ibu komunikatif, semakin cepat bayi belajar untuk mengerti setiap kata yang ibu sampaikan, karena di dalam perut ibu, indera pendengaran bayi sudah mulai berfungsi.
4. Perbanyak ibadah, ini merupakan hal terpenting dalam kehidupan kita, apalagi bila ibu sedang mengandung, ada kehidupan lain di dalam perut ibu, hanya Allah yang mampu memberikan itu semua, perbanyaklah ibadah, sering-seringlah mengaji, baik untuk ketenangan bayi yang ada dalam kandungan ibu atau untuk ketenangan ibunya sendiri. Alunan suara ibu yang sedang mengaji, akan membuat bayi tenang juga menstimulasi otak dan pendengarannya.
5. Ibu yang sedang mengandung,dianjurkan mengkonsumsi makanan yang halal, bergizi, berprotein tinggi,dianjurkan pula untuk menghindari makanan yang haram, makanan junk food(makanan sampah), makanan instant, minuman berkafein seperti kopi, danjuga rokok (baik aktif maupun pasif) Cobalah bicarakan dengan pasangan ibu yang perokok, katakan bahwa ini semua demi bayi yang akan lahir agar menjadi anak yang sehat, karena semua orang tua mendambakan bayi yang lahir sehat dan sempurna
6. Mencari pasangan yang tepat, bagi perempuan yang belum menikah, bukan berarti tidak memikirkan hal ini (pendidikan dalam kandungan), karena mencari pasangan yang tepat untuk hidup anda kelak, merupakan tolak ukur dalam pendidikan terhadap anak anda nantinya, pasangan yang tepat akan sangat membantu anda dalam melakukan proses pendidikan sejak anda mengandung buah hati tercinta.
2. Stimulasi kandungan dengan elusan dan tepukan halus, bisa dilakukan ketika si janin mulai menendang perut ibu, balaslah dengan tepukan halus dimana ia menendang. hal ini akan mengajarkan kepadanya bahwa setiap tindakannya akan mendapat respon dari ibunya.
3. Selalu mengajak bayi ibu berbicara, semakin ibu komunikatif, semakin cepat bayi belajar untuk mengerti setiap kata yang ibu sampaikan, karena di dalam perut ibu, indera pendengaran bayi sudah mulai berfungsi.
4. Perbanyak ibadah, ini merupakan hal terpenting dalam kehidupan kita, apalagi bila ibu sedang mengandung, ada kehidupan lain di dalam perut ibu, hanya Allah yang mampu memberikan itu semua, perbanyaklah ibadah, sering-seringlah mengaji, baik untuk ketenangan bayi yang ada dalam kandungan ibu atau untuk ketenangan ibunya sendiri. Alunan suara ibu yang sedang mengaji, akan membuat bayi tenang juga menstimulasi otak dan pendengarannya.
5. Ibu yang sedang mengandung,dianjurkan mengkonsumsi makanan yang halal, bergizi, berprotein tinggi,dianjurkan pula untuk menghindari makanan yang haram, makanan junk food(makanan sampah), makanan instant, minuman berkafein seperti kopi, danjuga rokok (baik aktif maupun pasif) Cobalah bicarakan dengan pasangan ibu yang perokok, katakan bahwa ini semua demi bayi yang akan lahir agar menjadi anak yang sehat, karena semua orang tua mendambakan bayi yang lahir sehat dan sempurna
6. Mencari pasangan yang tepat, bagi perempuan yang belum menikah, bukan berarti tidak memikirkan hal ini (pendidikan dalam kandungan), karena mencari pasangan yang tepat untuk hidup anda kelak, merupakan tolak ukur dalam pendidikan terhadap anak anda nantinya, pasangan yang tepat akan sangat membantu anda dalam melakukan proses pendidikan sejak anda mengandung buah hati tercinta.
Pendidikan dalam kandungan dapat juga dikatatakan pendidikan
pra-lahir, “sebelum dilahirkan”, adalah suatu hal yang biasa terjadi
bahwa dalam perkembangan janin banyak sel otak yang mati, stimulasi
pra-lahir memberi otak suatu kesempatan untuk memanfaatkan sel-selnya
sebelum kelahiran, artinya memberi bayi kapasitas otak total yang lebih
besar dan suatu langkah maju yang nyata dalam kehidupan.
Stimulasi pra-lahir dapat mempengaruhi pertumbuhan mental bayi yang akan dilahirkan. Berikut hal-hal yang di dapat oleh bayi yang mendapatkan stimulasi pra-lahir:
Stimulasi pra-lahir dapat mempengaruhi pertumbuhan mental bayi yang akan dilahirkan. Berikut hal-hal yang di dapat oleh bayi yang mendapatkan stimulasi pra-lahir:
1. Tampaknya ada suatu masa kritis dalam perkembangan bayi yang
dimulai pada usia sekitar 5 bulan sebelum dilahirkan dan berlanjut
hingga usia 2 tahun ketika stimulasi otak dan latihan-latihan
intelektual dapat meningkatkan kemampuan mental bayi.
2. Stimulasi pra-lahir dapat membantu mengembangkan orientasi dan keefektifan bayi dalam mengatasi dunia luar setelah ia dilahirkan.
3. Bayi-bayi yang mendapatkan stimulasi pralahir dapat lebih mampu mengontrol gerakan-gerakan mereka dan lebih siap untuk menjelajahi juga mempelajari lingkungan setelah mereka dilahirkan.
4. Para orangtua yang telah berpartisipasi dalam program pendidikan pra-lahir menggambarkan anak mereka lebih tenang, waspada, dan bahagia.
2. Stimulasi pra-lahir dapat membantu mengembangkan orientasi dan keefektifan bayi dalam mengatasi dunia luar setelah ia dilahirkan.
3. Bayi-bayi yang mendapatkan stimulasi pralahir dapat lebih mampu mengontrol gerakan-gerakan mereka dan lebih siap untuk menjelajahi juga mempelajari lingkungan setelah mereka dilahirkan.
4. Para orangtua yang telah berpartisipasi dalam program pendidikan pra-lahir menggambarkan anak mereka lebih tenang, waspada, dan bahagia.
Bayi-bayi yang selama dalam kandungan selalu mendapat perhatian,
selalu diajak berbicara, biasanya lebih penuh perhatian (terutama
terhadap suara ibu atau orang tua mereka) dan lebih termotivasi untuk
belajar. Proses belajar pada bayi apalagi janin memang tidak sama dengan
belajar, seperti halnya belajar formal, tapi belajar yang dialami janin
merupakan proses belajar dari yang sesungguhnya, yang terkadang
terlupakan atau tak terberikan. Semoga semua ibu sadar bahwa proses
pembelajaran bagi seorang manusia adalah saat ia berada dalam kandungan.
Sumber referensi:
cara pintar & bijak mendidik anak,esti sukapsih S.Pd,yogyakarta,2008
cara baru mendidik anak sejak dalam kandungan,F.Rene Van de Carr,M.D. dan Marc Lehrer,Ph.D,kaifa,bandung,2008
cara pintar & bijak mendidik anak,esti sukapsih S.Pd,yogyakarta,2008
cara baru mendidik anak sejak dalam kandungan,F.Rene Van de Carr,M.D. dan Marc Lehrer,Ph.D,kaifa,bandung,2008
Oleh: Endang ratnasari S.Pd.I
PendidikanKita.Com Team
PendidikanKita.Com Team







0 comments:
Posting Komentar