Dunia pendidikan kembali terhenyak, seorang anak sekolah dasar tega membakar hidup-hidup temanya hanya karena hal sepele. Peristiwa tersebut dipicu karena pelaku yang tersinggung lantaran tidak diajak bermain. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di SD II Limapuluh, Batubara, Sumut. Seorang siswa yang masih duduk di kelas enam dilaporkan membakar dua temannya, Selasa (6/10/2015). Perbuatan JS (11) itu mengakibatkan dua temannya, Jonnes Carlos
Sitorus (11) dan Martin Pangaribuan (9) harus dirawat intensif di rumah
sakit.
Luka paling parah dialami Jonnes karena api membakar seluruh
tubuhnya. Sementara Martin mengalami luka bakar di kedua kaki, telapak
tangan kiri, pipi kiri dan rambut.
Jonnes yang menderita luka bakar sekitar 50 persen di sekujur
tubuhnya hanya bisa terbaring lemah, di sebuah klinik di Batu Bara.
Setelah 2 hari dirawat, kondisi Martin perlahan mulai membaik.
Menurut Martin, luka bakarnya akibat perbuatan teman mainnya, kakak
beradik JS dan RS. Insiden ini terjadi saat korban bersama beberapa temannya bermain
laga ikan di kantin sekolah saat jam istirahat. Saat itu JS juga ada di
kantin bersama adiknya, R (7) yang duduk di bangku kelas dua.
JS disebutkan ingin bergabung dalam permainan itu, namun tidak dihiraukan teman-temannya.
Tak diduga, JS yang sempat pergi belakangan kembali ke kantin dengan
membawa jeriken berisi minyak tanah. JS langsung menyiramkan minyak
tanah itu ke arah teman-temannya yang belakangan mengenai Jonnes dan
Martin.
Selanjutnya JS melemparkan kayu yang sudah terbakar ke arah korban, hingga api langsung berkobar
Keluarga korban sudah membuat laporan ke kantor polisi, namun masih
membuka pintu untuk menyelesaikan soal ini secara kekeluargaan, karena
pelaku masih di bawah umur.
Peristiwa dua anak sekolah dasar membakar temannya adalah peristiwa yang sungguh
memprihatinkan karena anak-anak yang seharusnya masih polos dan dalam
masa bermain sudah melakukan tindakan yang tidak selayaknya dilakukan
oleh anak seusianya.







0 comments:
Posting Komentar